obat pembesar penis obat pembesar penis obat pembesar penis obat perangsang wanita

jasa pembuatan website

Obat Pembesar Penis VIMAX Terbaik Saat ini

Jual VIMAX Asli Obat Pembesar Penis Terbaik Saat ini

Obat Perangsang Wanita Terbaik Saat ini No.1 Di Dunia

Obat Pembesar Penis No.1 Vimax Capsul Original

SAPDA peduli dan membantu penyandang disabilitas, perempuan dan anak.
Siaran di RRI Kotabaru dengan Narasumber yang Inspiratif
jambore DMC
mbak Nurul, Direktur SAPDA
fasilitas publik yang belum akses pengguna kursi roda
bersama dalam raker
Workshop Penataan kawasan Malioboro dengan Dinas PU Kota

ribbon-icon-sqTentang SAPDA

Lembaga Sapda merupakan singkatan dari Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak,yang berdiri pada bulan Juli 2005 dan menjadi badan hukum dengan pengesahan pada 2 Desember 2005 dengan akta Notaris : Anhar Rusli,SH.nomor : 51 tahun 2005.

Tujuan dirikannya lembaga ini adalah agar terciptanya suatu inklusifitas dalam aspek kehidupan sosial yang menjadi hak dasar Perempuan,Difabel dan Anak dibidang pendidikan,kesehatan dan pekerjaan atas dasar persamaan Hak Asasi Manusia.

Lembaga Sapda bergerak dalam Advokasi kebijakan ditingkat daerah, Pendidikan,Pendamping dan Pemberdayaan terhadap Perempuan,Difabel dan Anak. Khususnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan.

globe-icon-sqVisi

Terciptanya suatu inklusifitas dalam aspek kehidupan social yang menjadi hak dasar perempuan, difabel dan anak dibidang pendidikan, kesehatan dan pekerjaan atas dasar persamaan hak asasi manusia.

info-icon-sqMisi Organisasi

Melakukan kajian keilmuan dan penelitian ilmiah.

Memperjuangkan terwujudnya kebijakan public yang menjamin pemenuhan hak-hak dasar perempuan, difabel dan anak dibidang pendidikan, kesehatan dan pekerjaanan.

Melakukan pemberdayan, pendidikan dan advokasi tentang issu-issu perempuan, difabel dan anak dikalangan masyarakat luas.

Menjalin kerjasama dengan stakeholder berkaitan dengan penanganan persoalan perempuan, difabel dan anak.

Membangun sapda sebagai crisis center bagi perempuan, difabel dan anak.

SAPDA Terkini

Perempuan disabilitas memiliki kerentanan mengalami tindakan kekerasan. SAPDA memiliki divisi yang concern terhadap perempuan dan anak dengan disabilitas korban kekerasan, WDCC (woman disability crisiss center) bersama jaringan lembaga yang bergerak di isu perempuan dan hukum berupaya menghasilkan SOP atau mekanisme penanganan hukum perempuan dsiabilitas korban kekerasan agar mendapatkan hak dalam proses hukum sehingga keadilan didapatkan. Teman-teman perempuan disabilitas juga perlu diberi pemahaman tentang otoritas atas tubuhnya, dengan memahami kesehatan reproduksi setidaknya dapat meminimalisir tindak kejahatan seksual.
Untuk memberi pemahaman kesehatan reproduksi kepada remaja disabilitas dan orang tua disabilitas, SAPDA melakukan pelatihan-pelatihan dan diskusi di lima kota seperti Jogja, Klaten, Malang, Kupang, Aceh.
SAPDA sentra advokasi perempuan difabel dan anak
© 2014 SAPDA. All rights reserved.